Thursday, February 10, 2022

Hilangkan Selamanya

Selama masa hilang:
Tidak aku tidak juga kamu,
kita sama menghilang dan menghilangkan diri
namun tidak mengasingkan.
Selama masa hilang:
Selama ini aku berada didekatmu namun tak
terlihat sama sepertimu juga.
Selama masa hilang:
Bagusnya memang harus seperti itu
kita sama-sama menghilangkan diri masing-masing
sampai terbiasa dan melupakan.
Selama masa hilang:
Ketika kamu sadari aku telah menghilang
untuk selamanya.
Selama masa hilang:
Selamanya hilang pada waktu yang tidak tepat.


Subakti Muttaqin
Bogor, 2007

Thursday, July 30, 2020

KALAU KITA PUNYA WAKTU

KALAU KITA PUNYA WAKTU
20 Februari

Kalau kita punya waktu,
barangkali kita sudah berada dijalan itu
bukan berdiri di simpang yang memisahkan.
Waktu yang telah kita miliki memang tidak pernah mencukupi untuk berkesan.
Andai waktu itu ada di simpang yang sama.

Friday, July 19, 2019

BULAN SETELAH JINGGA

KENAPA AKU SAKIT LAGI PADAHAL PENUH BULANNYA
BULANNYA PENUH SETELAH JINGGA SEBAGAI BIASANYA
BIASANYA LANGIT JAKARTA JELAS KALAU SORENYA
SORENYA BERDIRI DI BANDAR JAKARTA NANTIKANNYA
NANTIKANNYA SUDAH BERLALU SELAMANYA
SELAMANYA SAYANG.

Thursday, August 31, 2017

Foto, Rahasia dan Kita

mengenai dikau dan aku diselembar foto
dibalik itu semua ada cerita rahasia
api kecil, lonceng dan sehelai tisu basah

biar kuberi tahu begini rahasianya:
ada "mata-mata" tapi terpejam
ada "nafas-nafas" tapi terburu-buru

dari api kecil
ada bayangan kita di tembok itu, menumpuk
dari lonceng itu tiba-tiba mengingatkanku
dikau lupa mengenakan sesuatu ketika mamamu datang
hahahaha....
soal tisu basah itu ada harapan-harapan kita
harapan cemas, kental dan hangat
bukti menjadi saksi bahwa latar foto itu menyaksikan kita

ini rahasia
ingat, ini rahasia kita dan tuhan

mengenai dikau
hingga kini tak kupahami namun kujangkau
padahal kita saling terpaut

Foto, Rahasia dan Kita
saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu
bergelora dan kembali melebur
dikejar kisah dan aku selalu berpulang padamu
minta itu.


13SEpT2012

Wednesday, August 30, 2017

Semoga Awet

"i love you"
semoga kita tak sesingkat kalimat itu



Jakarta, Wednesday, June 18, 2014 2.55 pm

Wednesday, June 11, 2014

Seroja Elok

Satu yang tak mungkin terlupa adalah Seroja elok
yang tak habis terpikir adalah Mawar cinta
itu karena aku butuh penyegaran
bebas ruang ini adalah milik kita
menjangkau pasir waktu mengingkari takdir
memesona lewat bahasa tubuh
meski aku tahu ini bukan kejutan yang indah
mengajakmu bergumul dengan kenangan manis
untuk ingatkan satu hal biar arusnya mengalir
tak terbawa angin malam menjadi delta

Satu yang belum bisa kupercaya, dia Melati putih
namun cukup adil untuk cinta yang dewasa
tidak untuk melekatkan hadirmu kembali
______________________________________________________
Jakarta, May 10, 2010

Friday, September 13, 2013

Kutunggu Jandamu

Jakarta
22 Maret 2013
18.00 wib

Mencintai kamu adalah kenangan, yg harusnya udah berakhir
tapi masih ingin aku rasakan sampai sekarang.. :-D(~_~)
aku hanya dapat perdaya langit untuk mengarungi samudera
namun sekian jauh perjalanan ini tetap saja cinta butuh perjuangan
juga tak bisa memiliki dirimu saat gadis
jadi aku putuskan menunggu kamu sampai menjadi janda saja
sampai kamu jadi janda... jadi janda... janda.. janda..da..da..da

"(hanya mau menunggu kamu jadi janda
karena aku pernah cinta sama kamu
dan sekarang juga tetap cinta kamu
bahkan sampai nanti kamu jadi janda)"

aku cinta jandamu, forever.

Friday, June 14, 2013

Amalia

Jakarta, 10 Desember 2012
Amalia kusayang akhirnya jatuh
dalam kabut biru karena datangnya hujan
aku hanya berdiri tak tertuju
menunggu apa yang terjadi padanya
maafkan aku Amalia, keberanianku belum kumpul
Lama kumencari kenangan bersama Amalia
sampai dia harus marah karena lelah mengerti aku
sayangnya dia diam saja, walaupun aku mengerti

Amalia...
ada setengah hati yang kusimpan untukmu
dari semula ingin kubagi untukmu
itu seperti kekecewaanku jika kamu tak datang
atau mirip rasa jengkel kalau kamu jauh dariku

Amalia...
setengah hati yang kusimpan untukmu masih ada
saat ini, sampai kini, selalu buat kamu.

Tuesday, November 27, 2012

S A M P A I_N A N T I _Y A_ J I N G G A

Hey Jingga....
Aku lagi mengenang dirimu yang menggambarkan
keabadian ketika kubacakan puisi untukmu.
Aku bersaksi, merintih sendiri menghadirkan senyum
termanis melepaskanmu.

Hey Jingga....
Kamu tahu, rindu yang kupunya selalu seindah dirimu
di kitaran cakrawala senja walau jiwaku itu mati,
mati karenamu dan kosong.

Hey Jingga....
Jangan salahkan dirimu yang berparas menawan,
karena aku juga biarkan ronamu merasuki malamku
setiap selesai kubacakan puisi untukmu.

Kamu mengerti....
Apa yang aku mau bersama menari di bawah rembulan,
itu sudah kau kabulkan
Malam itu jadi begitu indah romantis ada bayanganmu
dan aku di bawah sinar rembulan.

Aku tahu....
Misalkan kita rindu, kita cukupkan saja berjalan ditengah
malam menghirup udaranya.
Katakan dalam hati dengan senyum pandangkan jauh
penglihatan kita, kita berjumpa.

Hey Jingga....
Nanti kalau kamu rindu, bilang lagi saja yah....
___________________________________________________
Jatinangor, 14 April 2008

R u a n g I n d a h A m a r a h C i n t a

Sedikit saja ruang untuk redakan amarahku
Aku diam luapkan amarah

Aku tahu aku tak bisa marah didepanmu

Rona merona kata selamat malam
Berkali kali kucoba membunuh rasa cintaku
Kenyataannya, aku tak dapat mengeksekusinya

Kenyataannya aku tak bisa tidur karena memikirkanmu
Lagi lagi aku terus bertahan mengharapkanmu
Tetap saja kenyataannya, aku tetap cinta kamu
Hanya saja kenyataannya, aku memang cinta kamu
_______________________________________________
Bogor, 03 Oktober 2007

Monday, November 26, 2012

Kesuma Asmara

Layar sudah terkembang
Senandika muda mudi bercengkrama asmara padu
Gita cinta tentang cinta anugrah indah
Hati-hati, Asmara sudah datang
______________________________________________
Ditulis di Jakarta, 5 Mei 2009/

Friday, November 23, 2012

Terjebak Situasi

matanya total bulat-bulat melihat payudara besar
otaknya rancu meracau temaram remang
dalam dunia hitam tak pandang siapa
situasi-situasi tertentu kaki melangkah

seorang lelaki baik-baik menyambangi kehidupan malam
mendatangi sesuatu yang gelap membawa sisa hati
awalnya bermain-main mempertaruhkan senjatanya
akhirnya menggoda, menggombal, merayu, meramu, meraba
jadinya jantung berdegup telunjuk menyentuh bibir
merempet, merapat, mendalam, hanya berdua
tak terlupakan karena rasa melayang
selanjutnya cerita buat esok
dan lumpuh karena situasi
_________________________________________________
Ditulis di Jakarta 24 Nopember 2010

Tuesday, January 11, 2011

Tak Rela Nanar

waktu itu benar menampar, menguji, sekaligus merampas hak
berkali-kali terlunta, tak sekalipun saya rela dipandang nanar

Wednesday, December 15, 2010

Hasrat

sesaat hasrat datang bertandang
hanya kata merangkai hati
terapung naik hilang terbang
sayang asmara lenyap di balik tirai

halus lembut membalut kalbu
berdendang sayu alunan senja
sentuh jiwa semakin sendu
sepi hati berharap permata

rindu rasa bersemayam dipuncak lamunan
tersenyum sukma terpijar cahaya
bersama rembulan memburu angan
haru indah termangu hati bertanya
_________________________________________________
Bogor, 25 Juni 2001

Tiga Dewi

malam begitu perlahan berlalu
jiwa asmara larut bersenandung
bintang beribu bintang kupandangi
tiga dewi tersenyum padaku
namun terlanjur sudah
nafasku terluka
_________________________________________________
Bogor, 31 Maret 2002

Tuesday, November 23, 2010

Umbaran Jiwa

ketika urat syaraf terputus
revolusi hati semakin jelas
relevansinya dalam kehidupan malam
ada jiwa yang terbakar
membara segala hasrat-hasrat
semua terkotak-kotak dalam hati
terpeta dalam otak
terjebak pada waktu
lalu disumbangkannya perasaan-perasaan
perasaan yang menang, ngotot dan pasrah
bersatu dalam umbaran paradigma
ilustrasinya dialamatkan
pada menikmat malam dini hari
untuk jiwa-jiwa yang sepi

Friday, November 19, 2010

Pelacur Said

i love you Abang
datang ke sini lagi ya Bang
bawa duit yang banyak buat Neng
nanti di-service yang lebih oke lagi lho Bang
Neng dah mulai cinta sama Abang nih
pasti ntar Neng kangen banget sama Abang
Neng tunggu ya bang malem minggu depan

Kita Jazz & Syaharani

"……Jadi ceritanya tentang Jazz lagi… kalau Jazz ya Syaharani

Jazz lagi, jazz lagi, aku lagi, kamu lagi, eh aku lagi, eh kamu

eh dia juga, eh dia lagi, eh dia lagi, masih dia juga, aku, kamu

dia, eh kalian juga tau, jadi kalian lagi, eh dia lagi deh……..

ya udah kita aja…. eh tunggu…tunggu…. jazz lagi nih….

tuh kan jazz lagi…. berarti ada Syaharani dong…

ada aku, ada kamu, ada dia juga sih… ya udah deh kita aja.

Kita Jazz….."

Djakarta Ketika Djingga

: Agaknya aku mulai berani menulis "Djingga" di Djakarta

mulai hari ini semua tentang Djingga pasti kucairkan seperti warna biasa yang ada di semesta ini supaya langit sore di Djakarta ini bisa ku pendarkan pada batasnya

kalau kemaren aku tak mampu bermain ditemaram rembulan setelah Djingga, sekarang aku mau bermain bersama warna yang lain karena luas kebodohan tak kan pernah ada batasnya seperti langit senja sebelum malam

selama ini aku juga tidak pernah cerita kepada langit biru karena derai canda tawa itu pendek apalagi senyum manis matahari Djingga tak pernah bisa nanar pada celah-celah langit di sore hari yang biasa aku lewati

sekarang aku lagi ingat cerita itu pernah melewati garis cakrawala di sore ini karena romantis itu melirik malu-malu, beradu tatapan dan tertunduk lalu tersenyum hangat dan kemudian terbahak-bahak bersama dan ketika kita sadari itu kita kembali terdiam

sepanjang Djingga merona dan selama waktu jatuhnya senja di Djakarta, aku akan menyambut malam dengan kerendahan yang bersahaja

sore ini senja seperti biasa, Djingga juga biasa dan aku di Djakarta, hari ini tanggal tujuh bulan agustus tahun dua ribu delapan

Tuesday, November 9, 2010

Semalam....

semalam
aku mencium aroma wangi tubuhmu
hingga terpejam mengingat gairahmu
penuh kehangatan liar namun terkendali
binal
nakal
ku jengkali setiap jengkal
semalam
semalaman
aku terenyuh merasai manisnya liurmu
menjadi jadi saat rahasiamu kusentuh
semalam sampai pagi
cinta berbalut sehelai sarung nan menghangatkan
tanpa ragu-ragu

semalam
tak ada apa-apa